LDII Tidak Eksklusif

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merupakan organisasi keagamaan yang terbuka untuk umum. Tidak ada eksklusivitas pada tubuh organisasi itu. Ketua Umum DPP LDII Prof. Abdullah Syam mengatakan hal itu usai pembukaan rapat kerja daerah (rakerda) DPD LDII Provinsi Lampung, di Kompleks Kantor Pemprov Lampung.

Menurut Abdullah Syam, dalam perkembangannya, LDII bekerja sama dengan organisasi lain. Sehingga tidak ada kesenjangan antara masyarakat, anggota organisasi keagamaan lain, serta LDII. “Saat ini LDII terbuka untuk umum. Begitu juga dengan sarana dan prasarana milik LDII dapat dinikmati masyarakat.”

LDII, kata dia, bersifat inklusif, bisa bekerja sama dengan lembaga mana pun. Hanya orang yang belum tahu tentang LDII yang menganggap LDII eksklusif.

Syam menambahkan LDII memiliki anggota lebh dari 7,5 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Walaupun memiliki anggota sebanyak itu, bukan berarti tidak menghadapi kendala dalam perjalanan organisasi. “Yang dipermasalahkan bukan akidah, namun kurangnya pemahaman tentang LDII serta adanya kecemburuan dalam dinamika sosial di masyarakat,” kata Syam.

Selain mengklarifikasi mengenai keterbukaan LDII bagi masyarakat umum, pada forum rakerda itu Syam juga mengklarifikasi beberapa hal. Di antranya, LDII merupakan organisasi berbasis keagamaan memiliki paradigma baru. LDII juga bukan kelanjutan dari islam jamaah serta tidak menggunakan dan menganut sistem keamiran. “Ketua LDII itu saya, jadi segala sesuatu mengenai keadaan maupun kegiatan LDII menjadi tanggung jawab saya,” tegas Syam.

Ditanya soal perkembangan LDII di Lampung, Syam mengatakan Lampung merupakan daerah dengan perkembangan paling baik. Lampung dapat dijadikan percontohan bagi daerah lain. Walaupun memiliki kemajemukan budaya, satu sama lain saling menghargai.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum DPD LDII Provinsi Lampung Kusnadi. Perkembangan LDII di Lampung sangat pesat, hingga kini sudah terdaftar seribu anggota LDII dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. “LDII berkembang baik dibanding 2005, kini sudah ada 150 pimpinan cabang seluruh Lampung,” kata Kusnadi.

Secara luas masyarakat telah menerima kehadiran LDII di tengah-tengah kemajemukan agama, budaya maupun ras. LDII telah bekerja sama dengan organisasi lain, misalnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI). n */K-1 (www.lampungpost.com)

Sumber : http://blogldii.wordpress.com/2008/11/01/ldii-tidak-eksklusif/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: