LDII menggunakan metode pengajian tradisional, yaitu guru-guru yang berasal dari beberapa alumni pondok pesantren kenamaan, seperti: Pondok Pesantren Gontor di Ponorogo, Tebu Ireng di Jombang, Kebarongan di Banyuwangi, Langitan di Tuban, dll. Mereka bersama-sama mempelajari ataupun bermusyawaroh beberapa waktu terlebih dahulu sebelum menyampaikan pelajaran dari Alquran dan Hadis kepada para jama’ah pengajian rutin atau kepada para santriwan dan santriwati di pondok-pondok LDII, untuk menjaga supaya tidak terjadi kekeliruan dalam memberikan penjelasan tentang pemahaman Alquran dan Hadis. Kemudian guru mengajar murid secara langsung ( manquul ) baik bacaan, makna (diterjemahkan secara harfiyah), dan keterangan, dan untuk bacaan Alquran memakai ketentuan tajwid.
LDII Tebar Daging Qurban Untuk Daerah Bencana
Desember 2, 2010
Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau DPP LDII bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia atau DMI menggelar acara ”Tebar Paket Daging Qurban” bagi masyarakat yang terkena musibah di letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah dan bencana tsunami di Kepulauan Mentawai serta banjir bandang Wasior, Rabu (17/11/2010)
Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam dalam rilis yang diterima Kompas.com menuturkan, guna membantu masyarakat yang terkena bencana seluruh warga LDII di daerah terdekat diperintahkan untuk memberikan daging kurban kepada korban bencana alam.
“Ini merupakan wujud kesetikawanan sosial warga LDII kepada saudara kita yang terlena musibah. Ibarat badan kalau kaki kita sakit maka anggota badan lainnya juga merasakan, begitu pula dengan bencana yang menimpa negeri ini, kita juga merasakan kesulitan saudara-saudara kita
didaerah bencana tersebut,” kata Abdullah Syam.
Kapolri Baru Harus Gandeng Ormas
Oktober 19, 2010JAKARTA, KOMPAS.com - Tantangan Kapolri mendatang salah satunya adalah masih adanya konflik horizontal di tengah masyarakat. Untuk itu, pimpinan Polri mendatang harus bisa menggandeng organisasi masyarakat (ormas) untuk meminimalkan konflik.
Hamka Pertama Kali Populerkan Halal bi Halal
Oktober 19, 2010Jakarta, CyberNews. Istilah halal bi halal adalah istilah asli Indonesia, dan baru dikenal pada tahun 1963, saat Buya Hamka bertemu dengan Presiden RI Soekarno di Istana Negara dalam suasana Idul Fitri.
“Pada saat keduanya berjabat tangan, Buya Hamka mengatakan kita halal bi halal, dan Bung Karno mengatakan juga dengan keras halal bi halal. Lalu tahun-tahun berikutnya Bung Karno yang mempopulerkannya,” papar Ketua MUI Prof Dr Umar Shihab dalam acara halal bi halal 1431 H LDII di Sekretariat DPP LDII Jalan Patal Senayan, malam ini (7/10).
LDII Ajak Ormas Tingkatkan Kebersamaan dan Kamtibmas
Oktober 12, 2010
Jakarta (ANTARA News) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengajak jajaran organisasi kemasyarakatan (Ormas) khususnya Ormas Islam di Indonesia untuk meningkatkan silarahmi guna meningkatkan kebersamaan, persaudaraan, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Ajakan tersebut dikemukakan Ketua Umum DPP LDII Prof Dr KH Abdullah Syam dalam acara Halal Bihalal jajaran LDII dengan sejumlah Ormas Islam, di Jakarta, kemarin malam, yang bertemakan “Kita Tingkatkan Kebersamaan, Keamanan dan Ketertiban Masyarakat”.
Hadir dalam acara itu antara lain Ketua MUI Pusat Prof Dr Umar Shihab, anggota DPD-RI AM Fatwa, perwakilan PP Muhammadiyah yakni Abdul Mu’ti, perwakilan PBNU Dr Malik Madani dan Ketua Partai Gerindra Prof Dr Suhardi, Kombes Pol Muktiyanto dari Mabes Polri dan unsur tokoh masyarakat.
LDII Menyalurkan Zakat Koorporasi
Oktober 2, 2010
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersama sembilan organisasi masyarakat (Baznas, Lazis DDII, Lazis Muhamdiyah, Lazis RZI, Aksi Cepat Tanggap, Yayasan Dompet Dhuafa, Laz Al Azhar, Lazis BMT, dan Lazis PKPU) mendapat kepercayaan menyalurkan zakat koorporasi oleh Bank Mega Syariah (BMS)
Kemarin, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII, Prof. Dr. Ir. KH. Abdullah Syam, menyerahkan secara simbolis zakat tersebut kepada Ketua DPD LDII Kota Bogor Radjab Tampubolon, dan Ketua DPD LDII Kab. Bogor H. Bambang Wahyudi di Masjid Nurul Iman, Budi Agung Kecamatan Tanah sareal.
DPP LDII dipercaya untuk menyalurkan zakat itu kepada mustahiq sebesar Rp. 350 juta dari dana zakat kooporasi BMS tersebut. Kemudian DPP LDII menyalurkan sebagian dana zakat itu secara simbolis kepada sejumlah mustahiq zakat di Bogor melalui Dewan Pimpinan Daerah LDII Kota dan Kabupaten Bogor.
Ketua Umum DPP LDII Prof. KH Abdullah Syam mengatakan zakat yang disalurkan melalui DPD LDII Kota Bogor masing-masing sebesar Rp.25 Juta, selanjutnya dana itu akan dibagikan kepada 500 keluarga dhuafa dengan besaran pembagian Rp. 100 ribu per keluarga.
Pemerintah Diminta Tak Abaikan Pembakaran Quran
September 2, 2010Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia diminta tak mengabaikan rencana Dove World Outreach Center membakar kitab suci Quran di Florida, Amerika Serikat, 11 September nanti. Persoalan ini penting untuk mengantisipasi reaksi sejumlah kalangan di Tanah Air terkait peristiwa itu.
Demikian kesimpulan yang dihasilkan dalam dialog antara Front Pembela Islam (FPI), Komisi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang tergabung dalam Gerakan Peduli Pluralisme di Jakarta, Rabu (1/9).
Semua pihak dalam gerakan ini sepakat untuk mengecam rencana pembakaran Quran. Ketua Umum FPI Habib Rizieq mengimbau umat Islam di Indonesia tidak terpancing [baca: FPI Kutuk Rencana.
DI kutip News Yahoo.com
Mendapat Keutamaan Ramadhan Dengan I’tikaf
September 2, 2010
Allah SWT memberikan balasan atas sebuah amal ibadah secara berlipat ganda pada bulan Ramadhan. Alangkah ruginya kita jika Ramadhan berlalu begitu saja tanpa adanya ibadah yang kita lakukan. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memperoleh keutamaan ibadah di bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah dengan i’tikaf.
Secara bahasa, i’tikaf berarti al-ihtibas (tertahan) dan al-muqam (menetap), yaitu menahan diri dari pada sesuatu, atau menetap di suatu tempat walaupun hanya sekejap. Sedangkan menurut istilah syara’, i’tikaf dapat diartikan dengan menetap dan tinggal di dalam masjid dengan tujuan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hukum asal i’tikaf adalah sunnah dilaksanakan pada tiap-tiap waktu, terlebih jika dilakukan pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Hukum dan dalil disyariatkannya i’tikaf adalah firman Allah SWT, Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’, dan yang sujud”. (QS. Al-Baqarah [2]: 125)
Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Adalah Rasulullah bersungguh-sungguh beribadah pada malam yang akhir (dari bulan Ramadhan), tidak seperti apa yang beliau lakukan pada hari-hari yang lainnya. (HR. Muslim). Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa turut beri’tikaf bersamaku, hendaklah ia beri’tikaf pada sepuluh hari yang terakhir. (HR. Malik)
LDII Siap Ikuti Arahan MUI
September 1, 2010JKT, Ormas ini akan mengklarifikasi cap negatif terhadapnya secara bottom up, yakni dengan mendorong warga LDII untuk meningkatkan interaksi sosial. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII, KH Abdullah Syam, mengaku pihaknya sudah melakukan klarifikasi di Komisi Fatwa MUI atas cap negatif yang selama ini berkembang di masyarakat terhadap LDII.
Kami masih dituding suka mengafir-kafirkan orang, menajis- najiskan orang, kalau ada orang luar LDII masuk masjid LDII harus dipel dan sebagainya,? kata dia kepada wartawan seusai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2007 di Jakarta, kemarin (6/3).
Ditulis oleh Efran Karunia 

